15 Juta Data Pengguna Bocor, Tokopedia Klaim Informasi Tetap Aman, Bagaimana Kata Ahli?

7

Situs e-commerce Tokopedia dilaporkan mengalami usaha peretasan.

Data pengguna Tokopedia diduga telah diretas dan bocor di dunia maya.

Jumlahnya tak tanggung-tanggung, sebanyak 15 juta pengguna Tokopedia yang terimbas.

Informasi kebocoran tersebut pertama kali diungkap akun Twitter @underthebreach.

Menurut akun tersebut, data jutaan pengguna Tokopedia tersebut telah disebarkan di forum online.

Peretasan disebutkan terjadi pada Maret 2020 dan sang hacker disebutkan memiliki lebih banyak data lagi, di luar 15 juta pengguna yang telah tersebar datanya.

Data yang dikumpulkan termasuk nama pengguna, e-mail, dan hash password yang tersimpan di dalam sebuah file database PostgreSQL.

Selain hash password, nama, dan alamat e-mail, data yang diretas juga mencakup tanggal lahir, kode aktivasi e-mail, kode reset password, detail lokasi, ID messenger, hobi, pendidikan, waktu pembuatan akun hingga waktu terakhir log-in.

Namun, dalam daftar akun yang terkumpul di database berjenis PostgreSQL itu, disinyalir tidak disertakan dengan kode spesifik atau biasa disebut “salt”.

Rangkaian kode salt ini berguna untuk melindungi kata sandi pengguna dengan algoritma.

Tokopedia mengklaim data penggunanya tetap aman meski ada usaha peretasan. Namun benarkah data pengguna Tokopedia aman?

Untuk memastikan hal ini, KompasTekno pun menghubungi praktisi keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya terkait dugaan pembobolan akun Tokopedia ini.

Menurut Alfons, data yang tersebar tersebut memang benar merupakan database pengguna Tokopedia.

Kendati demikian menurut Alfons, hanya username saja yang terpapar, sementara password-nya di-hash.

Secara teknis, hash sulit untuk dipecahkan.

“Data hash kira-kira seperti data password yang dienkripsi dengan public key, dan yang terlihat adalah data yang sudah diacak dan pengacakan itu satu arah,” tutur Alfons.

Dengan demikian, untuk membuka data tersebut, dibutuhkan sebuah private key guna mengembalikan data ke aslinya.

Menurut Alfons, hal tersebut hanya diketahui oleh server-nya.

“Kalau mau membandingkan kekuatan hash, kira-kira seperti diminta untuk mendekripsi data yang dienkripsi oleh ransomware,” kata Alfons.

Sebagai informasi, hash adalah suatu metode enkripsi yang dapat mengubah data yang di input berupa teks (semacam password) menjadi output seperti kode acak.

“Jadi password dienkripsi dengan public key dan hanya yang punya private key yang bisa melakukan dekripsi,” pungkas Alfons.

Inti dari pernyataan praktisi ini, password dari akun pengguna Tokopedia kemungkinan besar tetap aman sesuai klaim Tokopedia.

Meski demikian, informasi penting lain milik pengguna bisa saja sudah dimiliki peretas dan bisa dimanfaatkan untuk kejahatan.

Langkah pertama yang perlu dilakukan pengguna adalah mengganti password dan mencopot layanan keuangan yang terhubung dengan akun Tokopedia.

Sumber : Kompas.com

You might also like