Bandel, Warga yang Tak Gunakan Masker Dihukum Push Up hingga Baca Doa Hilang Virus Corona

13

Kendati Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus menerus melakukan sosialisasi dan penegakan disiplin, tapi tidak membuat warga jera. Bahkan tiga hari pemberlakuan wajib masker di wilayah Kota Sukabumi dicanangkan, tidak membuat warga mematuhinya.

Petugas gabungan masih menemukan warga membandel. Mereka tidak memakai masker saat melakukan aktivitasnya. Warga masih belum sepenuh hati mentaati, mereka terkesan membandel.

Diperkirakan lebih dari seratus warga terjaring petugas gabungan. Petugas yang terdiri aparat Kepolisian, TNI dan unsur ASN terpaksa mengiring dan memaksa warga mengenakan masker.

Mereka diamankan dan terjaring petugas di sekitar Jalan Ahmad Yani, tepatnya di Persimpangan Bucherry, Persimpangan Pos Citimall, dan Pos Robinson Kota Sukabumi.

Sebagian besar warga yang membandel merupakan pengguna kendaraan roda dua, roda empat, pejalan kaki, hingga penumpang angkot.

“Kami memberikan sanksi melaksanakan push up untuk usia muda dan membaca doa cepat hilang virus corona untuk usia tua. Tapi yang diutamakan adalah dilarang masuk kawasan wajib masker, putar balik, dan diturunkan,” kata Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi.

Yadi Mulyadi mengatakan sudah berulang kali mengingatkan apabila seorang penumpang angkot tidak pakai masker maka harus turun dan pulang. Bisa kembali keluar asal pakai masker. Apabila sopir angkot tidak pakai masker, maka angkot wajib putar arah keluar dari daerah wajib masker dan penumpangnya turun.

“Kita nasehati sopir angkot wajib masker dan tidak menaikan penumpang yang tidak bermasker, plus ke penumpang juga dinasehati jangan naik angkot yang sopirnya tak bermasker,” katanya.***

Sumber : PIKIRAN RAKYAT

You might also like