Bertugas di RS Rujukan COVID-19 Saat Hamil 8 Bulan, dr. Luna: Sudah Menjadi Kewajiban

74

Pejuang kesehatan saat ini menjadi pihak yang berisiko tinggi tertular virus corona baru atau COVID-19.

Namun sumpah profesi yang diucapkan sebelum mengawali karir tampaknya menjadi pendorong kuat bagi para tim medis untuk membantu pasien positif virus corona secara sukarela dan penuh pengabdian.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Youtube Najwa Shihab yang diunggah pada Rabu, 06 Mei 2020 terdapat seorang dokter di RSU Islam Harapan Anda, Kota TegalJawa Tengah yang tetap bekerja meski dirinya sedang hamil tua.

Diketahui Spesialis Bedah di rumah sakit tersebut, dr. Luna Fitria Kusuma yang tetap semangat bekerja membantu proses penyembuhan bagi pasien positif COVID-19 yang harus ia tangani.

Menurut Luna, tugasnya sebagai dokter saat ini merupakan kewajiban yang harus dijalani.

Khususnya saat pandemi virus corona masih berlangsung di seluruh provinsi yang sudah terdampak.

“Sudah menjadi sebuah kewajiban,” ujarnya.

Luna dikabarkan tengah hamil delapan bulan atau 33 minggu lagi menuju kelahirannya.

Namun ia berencana masih akan tetap datang setiap hari untuk bertugas di RSU Islam Harapan Anda.

“Hamil anak kedua. 33 minggu (lagi),” tambahnya.

Selama menjalankan profesinya sebagai dokter spesialis bedah, Luna menuturkan bahwa kekhawatiran selalu ada di tengah penugasannya.

“Ya kekhawatiran itu pasti ada terutama karena pengetahuan mengenai COVID-19 dan kehamilan masih terbatas tetapi dengan ya kita berusaha maksimal, berdoa sebelum bekerja dan melakukan semua prosedur sesuai dengan guidliness yang sudah ada,” ujar Luna.

Proteksi yang dikenakan saat dirinya bertugas pun tak main-main, khususnya saat dr. Luna berbadan dua seperti sekarang ini.

Dinyatakan, dr. Luna menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berlapis yang tak pernah absen dikenakan meski terkadang membuatnya kelelahan.

“Tentunya penggunaan APD ya, kalau untuk APD sendiri atau alat pelindungan diri ada tiga level, itu selalu dipakai. Hanya saja untuk level APD-nya akan disesuaikan dengan apa yang dihadapi pada saat di rumah sakit,” ujarnya.

Wanita tersebut juga memiliki suami seorang dokter spesialis kandungan dan masih mengizinkannya bertugas untuk saat ini.

Bila tiba di rumah, dr. Luna memastikan dirinya tetap steril sebelum bertemu dengan anak pertama berusia tiga tahun dan suami.

“Tentunya sebelum pulang membersihkan diri terlebih dahulu, sampai di rumah pun ada semacam protokol tambahan bagaimana saya bertemu khususnya dengan anak sudah dalam keadaan yang benar-benar bersih, meminimalisir risiko yang ada,” ujar Luna.

Ia mengaku, menggunakan APD berlapis tak menyurutkan niatnya membantu para pasien positif COVID-19 di tengah kehamilan.

“Itu sudah merupakan support system yang memang harus dipakai supaya optimal dalam penanganannya,” ujar Luna.

Luna pun yakin bahwa ia berserta petugas kesehatan lain masih sangat diperlukan di tengah pandemi sehingga harus siap dengan segala risiko.

APD yang sedemikian berlapis-lapis memang lebih mudah berkeringat tapi saya yakin tenaga kesehatan yang lain juga merasakan hal yang sama, jadi itu memang hal yang harus dilakukan, gak apa-apa,” pungkasnya.***

Sumber : PIKIRAN RAKYAT

You might also like