Bolehkah Shalat Idulfitri 1441 H/24 Mei 2020 Berjamaah di Lapangan? Ini Jawaban MUI Jawa Barat

10

BANDUNG – Sepekan lagi umat Islam akan mengakhiri puasa Ramadhan 1441 H.

Ada ritual ibadah yang disunahkan dilakukan umat Islam di 1 Syawal 1441 H, bulan setelah Ramadhan 1441 H.

Ibadah sunah itu adalah shalat Idulfitri, dilakukan bersama umat Islam lain di lapangan atau di masjid.

Di tengan wabah virus corona atau Covid-19, banyak umat Islam bertanya, apakah sudah diperbolehkan melakukan shalat Ied atau shalat Idulfitri berjamaah?

Menjawab pertanyaan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi sebelum memutuskan memberi relaksasi tempat ibadah di masa pademi virus corona.

Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar mengatakan, selain itu pihaknya pun akan menunggu keputusan dari MUI pusat sebagai acuan utama dalam mengambil kebijakan.

“Gini, kalau MUI Jabar itu yang pertama menjadi acuan itu adalah MUI Pusat kan itu sudah ada fatwa, jadi kalau MUI Pusat memandang bahwasanya ini sudah dianggap aman, tentu fatwa itu nanti dicabut. Kalau fatwa sudah dicabut artinya kan sudah berlaku keseluruhan.Tapi, kalau MUI pusat belum, ya kami bagaimanapun harus mengikuti karena ini fatwa sifatnya kan berlaku umum atau nasional,” ujar Rafani Achyar saat dihubungi, Rabu (13/5/2020).

Menurut Rafani, setiap daerah meimliki cara masing-masing dalam menentukan waktu relaksasi tempat ibadah.

Di Jawa Timur misalnya, kata dia, dengan cara mengirimkan surat kepada Gubernur.

“Saya dengar model Jawa Timur ya, kan itu mengirim surat ke Gubernur minta dicabut, ya kalau kami tidak seperti itu, kami nanti koordinasi atau konsultasi nanti harusnya seperti apa. Masih ada waktu lah, kita nggak boleh tergesa-gesa,” katanya.

Selain itu, kata Rafani, saat ini MUI juga mendapat beberapa pertanyan dari masyarakat terkait pelaksanaan salat id seperti, apakah salat id boleh dilakukan di rumah bersama keluarga atau diganti dengan membayar sodaqoh.

“Salat id ini kalau status hukumnya kan sunah ya, jadi jangan disamakan dengan salat Jumat. Kalau salat Jumat itu kan wajib, makanya salat Jumat ditinggal tapi kita melaksanakan salat dzuhur. Kalau salat id ini nggak, salat id ini kan sunah saja. Ya, kalau MUI kecenderungannya, ya di rumah saja dengan keluarga,” ucapnya.



Sumber :  tribunjabar.id 

You might also like