Bukan Hanya di Banyumas, Ponikem Warga Berusia 50 Tahun Rela Berikan BST ke Tuginem Tetangganya

13

ITHRS.ID-Jika sebelumnya, aksi solidaritas warga terdampak virus corona atau COVID-19 dengan mengembalikan bantuan terajadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Banyumas, kini warga Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga turut lakukan hal yang sama.

Ponikem yang berusia 50 tahun, seorang warga Desa Krembangan, Kecamatan Panjantan, Kabupaten Kulon ProgoYogyakarta, kembalikan Bantuan Langsung Tunai (BST) sebesar Rp600 ribu kepada pemerintah. 

Ponikem di Kulon Progo, Senin 18 Mei 2020, menngatakan masih ada mereka yang lebih membutuhkan, dirinya merasa bahwa kehidupannya sudah cukup tercukupi dengan ditopang oleh kedua orang anaknya yang sudah mandiri semua.

“Ada tetangganya yang lebih merasa berhak atas bantuan itu. Kemudian saya kembalikan bantuan yang telah saya terima supaya dialihkan ke tetangga yang lebih membutuhkan,” kata Ponikem.

Ia mengatakan ada salah satu tetangganya yang bernama Tuginem yang berprofesi sebagai seorang petani.

“Tuginem jauh lebih membutuhkan dari pada saya, jadi saya menyerahkan bantuan tersebut kepada Tuginem,” katanya.

Di Kecamatan Panjatan dengan 10 desa menyalurkan BST sebanyak 2.351 Keluaga Penerima Manfaat (KPM).

Berdasarkan hasil pantauan di Kecamatan Panjatan, penyaluran BST berjalan cukup baik dan tertib serta menjalankan protokol pencegahan penularan COVID-19.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, sangat mengapresiasi tindakan Ponikem. Ia berharap, hal itu bisa menjadi contoh bagi warga Kulon Progo untuk mencontoh perbuatan ini.

Ia berpesan bagi warga yang merasa mampu tapi masih menerima bantuan tersebut, diharapkan dapat mengikuti langkah Ponikem tersebut.

“Tentunya hal ini bisa menjadi teladan bagi masyarakat Kulon Progo dan warga lain, bagi yang merasa cukup tapi dapat bantuan dapat memberikannya kepada warga lain yang sangat membutuhkanya,” kata Sutedjo.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinsos PPPA Kabupaten Kulon Progo, Iriyanta mengatakan secara prosedur hal tersebut tidak menyalahi aturan karena secara “by name by address” yang menerima adalah Ponikem, meskipun dengan kerelaan kemudian diserahkan kepada Tuginem.

“Sebab secara administrasi tidak dapat diubah, karena akan memerlukan waktu yang lama, saya sudah komunikasi dengan Kantor Pos selaku pihak penyalur bahwa tindakan tersebut sah-sah saja,” kata Irianto.

Penyaluran BST lewat Kantor Pos yang dilakukan dengan mendatangi setiap kalurahan sudah selesai di delapan Kecamatan, yaitu Wates, Girimulyo, Kalibawang, Nanggulan, Temon, Kokap, Galur dan Panjatan.

Sedangkan sisanya, akan disalurkan pada Senin 18 Mei 2020 ini sampai Kamis 21 Mei 2020 yakni di Kapanewon Pengasih, Sentolo, Samigaluh dan Lendah.***

Sumber : PIKIRAN RAKYAT

You might also like