Dampak Covid-19, Ratusan Ribu Guru Ngaji Kehilangan Pendapatan

11

RATUSAN ribu guru ngaji di Indonesia diprediksi ikut terdampak pandemi Covid-19. Akibatnya, mereka pun terpaksa kehilangan pendapatannya. Prediksi itu disampaikan anggota DPR RI, H. Cucun Ahmad Syamsurijal saat mengunjungi Yayasan Darussalam, di Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jumat (8/5/2020). “Biasanya mereka mengaji berkeliling di kampung dan sekarang berhenti. Maka secara otomatis penghasilan mereka untuk keluarga dan masyarakat sekitar terputus,” ujarnya. Sebelum ada wabah Covid-19, katanya, para santri dengan masyarakatnya di sekitar pondok pesantren yang biasanya kondisi ekonomi tetap berjalan. Namun sekarang terdampak oleh penyebaran wabah virus corona. “Mereka sekarang tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Mereka sekarang bertahan di rumah. Itu sebagai salah satu keputusan mereka untuk tidak melakukan aktivitas ekonomi,” ujarnya. Cucun mengatakan, para guru ngaji, kiai maupun ustaz merupakan bagian dari anak bangsa, yang harus mendapatkan perhatian pemerintah. “Makanya sempat saya sampaikan kepada Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam sebuah rapat, bahwa mereka bagian dari anak bangsa yang harus mendapatkan perhatian pemerintah,” ungkapnya. Lebih lanjut Cucun mengatakan, memberikan bantuan kepada guru ngaji merupakan skala prioritas. “Bayangkan saja, guru ngaji itu dalam satu minggu mengaji di tujuh tempat dengan pendapatan Rp 100.000/tempat. Jadi mereka kehilangan pendapatan Rp 700.000/minggu,” katanya. Hari ini, Cucun bersama rombongan dari Bank Indonesia yang diwakili Deputi Direktur Analisis Eksekutif Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Gentur Wibisono dan Humasnya, Sugiharti, ikut memberikan bantuan ke Yayasan Darussalam dan Yayasan Pendidikan Ar-Rukoyah. Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), mereka menyerahkan bantuan sejumlah paket sembako kepada para guru ngaji dan masyarakat yang terdampak Covid-19 di kedua yayasan tersebut. Menurut Cucun, hadirnya Bank Indonesia dalam memberikan bantuan ini bukan untuk memberikan solusi. Tetapi setidaknya dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya dalam kebutuhan sembako. Deputi Direktur Analisis Eksekutif Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Gentur Wibisono berharap, bantuan sembako itu dapat meringankan kebutuhan warga terdampak wabah Covid-19 selama satu sampai dua hari kedepan. “Ini sebagai bentuk empati Bank Indonesia untuk meringankan kebutuhan masyarakat,” katanya. Sementara itu, perwakilan Yayasan Pendidikan Ar-Rukoyah turut mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Semoga mendapatkan keberkahan. Kami akan segera sampaikan kepada yang berhak menerimanya,” pungkasnya.

Sumber : galamedianews.com

You might also like