Di Tengah Pandemi!! UAS : Tarawih tak wajib! Nabi saja hanya 3 malam ke masjid

27

Ustaz Abdul Somad (UAS) menyebut tarawih tak wajib, apalagi di tengah wabah COVID-19.


Ramadan tahun ini sungguh berbeda, di tengah pandemi COVID-19 ini Pemerintah melarang aktivitas berkumpul yang memicu massa termasuk kegiatan ibadah. Tujuannya untuk memutus mata rantai COVID-19. 

Khusus untuk kegiatan tarawih dan sholat berjamaah, pemerintah juga sudah menganjurkan untuk menutup masjid-masjid dan tempat ibadah semata-mata untuk mengurangi angka penularan.   

Namun banyak pula yang beranggapan, Ramadan tahun ini beribadah menjadi tidak khusyu dan dikhawatirkan akan mengurangi pahala kala menjalani ibadah puasa.

Padahal, menurut Ustaz Abdul Somad, hal itu sama sekali tidak benar. Lewat ceramahnya via online bersama Komunitas Musyawarah ia mengatakan bahwa ibadah Tarawih hukumnya tak wajib alias Sunnah.

“Tidak ada hubungannya antara menyambut Ramadan dengan rukun puasa. Karena itu jangan merasa Ramadan kali ini tidak asyik,” ujarnya. 

Dalam video rekaman yang diposting akun @Art Edukasi di Youtube, UAS bahkan menyebut jika Nabi Muhammad SAW justru hanya mendatangi masjid untuk ibadah tarawih hanya sampai malam ke-3.

“Riwayat Nabi Muhammad SAW sholat tarawih di masjid itu hanya 3 malam.”

Di malam pertama Nabi datang untuk sholat di masjid Nabawi diikuti oleh jemaah. Malam ke dua jemaah makin ramai. Malam ke-3 jemaah makin tumpah ruah, lalu di malam ke-4 Nabi tidak datang.

“Keesokan harinya ada sahabat Nabi yang datang dan bertanya, kenapa Nabi tidak datang?”

Nabi menjawab ‘aku tahu kalian tadi malam ramai-ramai berkumpul menunggu aku. Tapi aku tidak datang.

“Aku khawatir kalau aku datang nanti sholat tarawih ini menjadi wajib hukumnya bagimu, padahal shalat tarawih itu tidak wajib,” ujar UAS menirukan riwayat Nabi.

Karena itu, UAS mengatakan agar masyarakaat jangan khawatir bahkan berkecil hati karena tak bisa sholat tarawih di masjid.

“Tak sholat tarawih di masjid bukan berarti kita meninggalkan masjid. Kita sedang melaksanakan sunnah saat ada wabah penyakit,” ujarnya.

Oleh sebab itu UAS mengajurkan untuk tetap melaksanakan sholat tarawih berjamaah bersama keluarga.

“Kita tetap bisa sholat tarawih di rumah. Bersama keluarga, bersama komunitas yang terbatas. Kita tetap jaga aturan negara, kita tetap jaga aturan untuk tidak menggabungkan diri dengan orang yang terkontaminasi.”

Ia menambahkan agar jangan pernah risau dengan kondisi seperti ini karena di balik semua ini ada kebaikan-kebaikan.

“Kacamata kita terlalu tipis untuk membaca hikmah-hikmah yang diberikan Allah SWT,” ujarnya.

Sumber : https://www.suarapriangan.com/2020/04/di-tengah-pandemi-uas-tarawih-tak-wajib.html

You might also like