Diduga Jadi Ladang Bisnis Baru, Modus Penyelundupan Pemudik Kian Ramai

60

Modus penyelundupan pemudik menjadi marak di Kota Cilegon, Banten.

Muncul oknum perantara yang menjanjikan pemudik bisa lolos check point jajaran petugas gabungan, dengan cara menyembunyikan pemudik dalam kendaraan pickup.

Penelusuran wartawan di wilayah Gerem, Kecamatan Grogol, ada sejumlah oknum yang menawarkan jasa menyeberang. Mereka mengaku siap meloloskan pemudik dengan harga kisaran ratusan ribu rupiah.

Salah satu oknum diketahui berprofesi sebagai pedagang power bank. Ia menghampiri wartawan yang saat itu disangka sebagai salah satu pemudik, kemudian menawarkan jasa penyeberangan pada Jumat 1 Mei 2020 dini hari.

“Paling bisa satu atau dua orang saja, lebih dari itu tidak bisa. Paling nanti sembunyi di antara barang di mobil pickup, muatlah. Nanti bilang saja mau ke Lampung saat ditanya sopir pickupnya,” kata oknum pedagang power bank tersebut.

Menurut pedagang tersebut, mobil-mobil pickup akan stand by sekitar pukul 03.00 WIB hingga 04.00 WIB. Mobil ini bisa menyeberang ketika penjagaan di titik-titik penyekatan melemah.

“Kalau dini hari, penjagaanya tidak seketat pagi hari. Harga segitu pantaslah, dari pada tidak menyeberang sama sekali,” ujarnya.

Saat itu, ada sejumlah pemudik yang terjebak oleh rayuan para oknum. Hasilnya, mereka tertangkap basah oleh petugas gabungan di check point Gerem, pada Jumat 1 Mei 2020 dini hari.

Wakapolres Cilegon Kompol Andra Wardhana mengatakan, pihaknya mendapati ada mobil pickup yang menyelundupkan pemudik. Selain memuat orang, mobil itu pun mengangkut motor di bak pikap dalam kondisi tertutup terpal.

“Kami menemukan modus-modus baru, dimana para pengendara pikap menuju Pelabuhan Merak mengambil penumpang di jalan,” tuturnya saat ditemui di check point Gerem, Kecamatan Grogol.

Menurut Andra, pemudik memberikan ongkos berkisar Rp400 hingga Rp900 ribu. Penumpang malang tersebut dijanjikan dapat menyeberang, namun menurutnya hal tersebut tidak mungkin terjadi.

“Mereka dijanjikan bisa menyeberang, dengan ongkos ratusan ribu rupiah,” ucapnya.

Andra pun mengimbau agar para pemudik untuk berbalik arah. Sebab larangan tersebut semata-mata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Bukannya kami tidak manusiawi, tapi larangan ini untuk tujuan lebih besar. Sekarang ini sedang wabah, jika mereka menyeberang potensi penyebaran Covid-19 bisa bertambah besar.

Kami harapkan pengertian masyarakat, untuk tidak mudik tahun ini,” katanya.***

Sumber : PIKIRAN RAKYAT 

You might also like