Fenomena Berbeda Ramadhan 1441 H, Para Marbot Sedih Masjid Sepi Dikunjungi

12

Bulan suci Ramadhan 1441 H/2020 harus dirayakan umat Muslim di tengah pandemi COVID-19 di dunia, masyarakat tak bisa beribadah di masjid karena penutupan sementara.

Fenomena ini memahat banyak kesedihan di hati umat Islam Tanah Air. Sepanjang sejarah Ramadhan, umat muslim terpaksa salat tarawih dan beribadah di rumah.

Tak heran masjid di penjuru negeri menjadi sepi pengunjung karena tak ada denyut aktivitas di masjid yang turut dirasakan.

Para marbot, orang yag sehari-hari bertanggung jawab mengurus kebersihan hingga keamanan masjid sedih karena masjid tak lagi dipadati umat Muslim di bulan Ramadhan 1441 H.

Fenomena ini dirasakan oleh K.H. Abdul Somad sebagai marbot masjid Al-Barokah, ia menuturkan semua kegiatan masjid lumpuh tak terlaksana di bulan penuh barokah ini.

“Masyarakat kacau balau, mesjid kosong musala kosong, pengajian tutup, kegitan ngaji (di) masjid enggak ada, ceramah-ceramah enggak juga,” ujar K.H Abdul Somad.

Masjid yang terbiasa ramai dipadati umat Muslim itu terpaksa kosong, K.H. Abdul Somad merasa sedih dihadapkan dengan fenomena tak terduga ini.

Nana Superna, pengurus Majid Nurul Huda, Kemang, Jakarta juga turut merasakan fenomena. Ia merasa kesepian karena salat jumat hingga tarawih tidak dilaksanakan.

“Saya merasakan sedih, masjid enggak ada yang datang yang sembahyang dalam keadaan begini,” ujar Nana dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam kanal YouTube Surya Citra Televisi pada 2 Mei 2020.

Penutupan masjid di Indonesia tak lain karena adanya pandemi COVID-19, hal itu dilakukan demi mengurangi penyebaran virus mematikan tersebut.

Namun dampaknya pun turut dirasakan oleh umat Muslim pada umumnya. Suroso yang merupakan marbot masjid di Jakarta menuturkan sangat prihatin melihat kondisi Ramadhan 1441 H ini.

Masjid yang biasa terang pada malam hari menjadi gelap tanpa umat muslim yang berkunjung.Baca Juga

“Prihatin, jadi gelap lampu pun juga enggak hidup. Kita prihatin jadinya. Kasihan kalau orang lewat, musala gelap,” ujar Suroso.

Situasi genting seperti ini jelas melumpuhkan sejumlah aktivitas masyarakat, terutama beribadah bagi umat muslim di bulan Ramadhan.

Bagi para marbotmasjid adalah rumah kedua yang harus dijaga dan dirawat agar umat muslim bisa beribadah dengan nyaman, mereka bahagia melihat jemaah bisa khusyuk beribadah.

Tapi kini kebahagiaan itu dirampas oleh pandemi COVID-19, mereka tidak bisa lagi melihat para jemaah berdiri beribadah di dalam masjid.

Para marbot hanya bisa berdoa, agar bencana COVID-19 segera berakhir, sehingga bisa mendengar kembali suara mengaji para jemaah terutama di bulan suci Ramadhan 1441 H.***

Sumber : PIKIRAN RAKYAT

You might also like