Guru Honorer Datangi Kantor Bupati Ciamis, Ajukan Tuntutan yang Ditujukan Pada Presiden

9

Sejumlah pengurus guru honorer yang tergabung dalam Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35+, mendatangi Kantor Bupati Ciamis. Mereka minta dukungan agar Bupati Ciamis menandatangani rekomendasi yang ditujukan kepada Presiden, agar diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Rombongan GTKHNK +35 (usia diatas 35 tahun) yang dipimpin ketuanya, Ajat Sudrajat, diterima Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang didampingi Wakil Bupati Yana D Putra, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tatang, Asisten Dua setda Ciamis Toto Marwoto serta pejabat lain.    

Kepada orang nomor satu di tatar galuh Ciamis, mereka mengajukan sejumlah tuntutan. Selain minta agar Buati Ciamis menandatangi rekomendasi dukungan agar diangkat sebagai ASN kepada Presiden, juga minta perhatian Pemkab Ciamis memerhatikan kesejahteraan guru honorer.

“Alhamdullilah Pak Bupati menandatangani rekomendasi, supaya presiden mengeluarkan Kepres agar honorer usia diatas 35 tahun diangkat sebagai ASN tanpa tes. Sekaligus juga menuntut pemeritah pusat mengeluarkan anggaran melalui APBN bagi guru honorer,” tutur Ketua GTKHNK 35+ Ciamis Ajat Sudrajat, Rabu 13 Mei 2020, usai pertemuan di ruang oproom Setda Ciamis.

Dia mengatakan saat ini GTKHTK 35 + sudah tidak lagi memiliki kesempatan untuk mengikuti tes CPNS, karena terbentur usia lebih dari 35 tahun. Selain itu mereka juga tidak termasuk dalam kategori 2 (K2).

“Kami sudah mengabdi lama, rata-rata 11 – 15 tahun,” katanya.

Ajat menambahkan saat ini jumlah guru honorer yang terdaftar di GTKHNK 35+ sebanyak 231 dari 1.231 orang guru honorer SD dan SMP. Sebagian diantara mereka adalah guru kelas.

Dia juga mengatakan minta Pemkab Ciamis secara legal memerhatikan kesejahteraan guru honorer.

Berkenaan dengan wabah virus Corona, Ajat menyatakan anggotanya juga terdampak oleh Covid-19. Saat ini juga sudah mendapat dua kali bantuan yakni dari PGRI dan dari sekolah.

“Honor juga sudah cair, akan tetapi ada yang tidak seperti biasanya, sebelum wabah corona,” ungkap Ajat.

Sementara itu Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan dukungannya terhadap perjuangan GTKHTK 35+. Salah stu wujudnya adalah sudah menandatangani rekomendasi yang ditujukan kepada presiden RI, agar mereka diangkat sebagai ASN.

“Saya sudah mendantangani rekomendasi tersebut. Rata-rata mereka sudah mengabdi selama 15 tahun, selain itu kenyataan sampai saat ini juga masih terjadi kekurangan tenaga guru. Di Ciamis juga banyak sekolah yang ASN nya sangat sedikit, hanya satu atau dua, sedangkan ruang kelas banyak,” tutur Bupati Ciamis Herdiat.

Selain itu dia juga berjuang membantu para guru honorer agar mendapatkan penghasilan layak yang bersumber dari APBD. Soal bagaimana teknisnya, lanjut Herdiat, segera mengkaji serta menin daklanjuti.

“Akan kami bantu, apabila APBD stabil, serta uangnya ada. Kami berusaha,” ujarnya.***

Sumber : PIKIRAN RAKYAT

You might also like