HATI-HATI, Kendaraan Pribadi yang Mengangkut Pemudik Akan Ditahan Polisi

12

BANDUNG – ‎Mudik tetap ditempuh warga dari perantauan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. 

Setiap hari, polisi menghalau kendaraan pemudik yang hendak pulang kampung.

“Masyarakat yang berusaha masuk Kota Bandung untuk mudik hingga jalan-jalan selama Mei ini terhitung ada 650 kendaraan pribadi. Mereka semua dihalau dan kami minta kembali ke kota asal,” ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol Bayu Catur Prabowo di Bandung, Senin (4/5/2020).

Pemerintah melarang mudik untuk menghindari penularan virus corona.‎

Namun, kata dia, selain kendaraan pribadi, banyak juga kendaraan umum yang mengangkut pemudik.

Umumnya, warga yang nekat mudik itu ditemukan di pintu-pintu tol di pinggiran Kota Bandung

“Untuk kendaraan umum ada sampai 230 kendaraan yang dihalau untuk dikembalikan lagi ke kota asal. Sebagaimana kita ketahui, pemerintah mengimbau agar tidak mudik, tetap di rumah jangan bepergian jika tidak ada hal mendesak,” katanya.

Di tengah larangan mudik dan tingginya minat pemudik di perantauan pulang kampung, kondisi itu dimanfaatkan para pemilik kendaraan pribadi yang nekat mengangkut pemudik ke kampung halamannya dengan biaya tinggi.

“Memang betul. Tapi itu pelanggaran karena menggunakan kendaraan pribadi untuk umum. Bagi kendaraan pribadi yang angkut masyarakat berupaya mudik, arahannya kami penindakan ditilang dan kendaraan kami tahan,” kata dia.

Cara Licik Para Pemudik

Berbagai cara digunakan para pemudik untuk bisa melewati check point polisi.

Selama larangan mudik, polisi memang mendirikan sejumlah check point untuk menghalau para pemudik.

Meski ada ‘kebocoran’, mata tajam para polisi ternyata masih bisa mengetahui siasat licik para pemudik.

Mulai dari menumpang di bagasi bus, menumpang di truk trailer, hingga menumpang bersama kambing.

Tribunnews.com merangkum sejumlah aksi warga yang nekat mudik dengan berbagai cara tersebut.

Sumber : tribunjabar.id 

You might also like