Hidup Kekurangan dan Derita Kanker, Ugih Baru Didata Setelah Kisahnya Viral

24

Mengidap sakit kanker tulang, Ugih Sumarni (77) seorang janda tua di Gang Pamaja Jalan Kebon Kopi RT 3 RW 8 Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi belum tersentuh bantuan pemerintah.

Baru setelah kisah nahasnya viral di media sosial, ia didata oleh RT RW setempat sebagai calon penerima bantuan.

Kebutuhan hidup lansia itu mengandalkan kiriman dari anak-anak yang juga terdampak ekonomi akibat pandemi corona virus disease (covid-19).

Penyakit kanker tulang diderita Ugih pada bagian lutut. Selama bertahun-tahun, dirinya hanya bisa terbaring di kasur tipis di rumahnya yang tidak layak.

Keseharian Ugih dirawat oleh anak bungsunya Juariah (41), serta tiga orang cucu yang masih sekolah. Juariah pun tak bekerja lantaran harus menjaga ibunya.

“Ibu saya janda dari tahun 1988 belum pernah dapat bantuan. Saya juga janda tapi enggak terdaftar bantuan. Belum pernah sekalipun didata untuk dapat bantuan sama RT, RW, apalagi kelurahan,” ujar Juariah, Minggu 3 Mei 2020.

Baca Juga: Peraturan Wali Kota Sudah 99 Persen, PSBB Siap Diterapkan di Tasikmalaya

Ugih juga mengalami tabrak lari oleh seorang pengendara motor yang kabur setelah kejadian nahas tersebut.

“Kejadiannya 7 tahun lalu, akhirnya jadi tak bisa bangun karena sakit di bagian tulang kering, ditambah kanker di bagian lututnya,” ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka menunggu kiriman uang dari kakak-kakaknya  yang juga hidup terbatas. “Buat sehari-hari andalkan kiriman saudara. Kadang juga tidak cukup, apalagi lagi corona begini mereka juga terbatas,” katanya.

Baca Juga: Persib dalam Sejarah: 2006 Nilai Kontrak Pemain Bocor ke Publik, Begini Kegaduhannya

Dia mengaku, mereka pernah menahan lapar karena kiriman belum datang.

“Saya pantang minta-minta sama tetangga, lebih baik puasa. Sebisa mungkin buat ibu dikasih makan, meskipun cuma roti atau makanan ringan yang penting enggak kelaparan. Kalau saya sama anak-anak bisa nahan lapar,” katanya lirih.

Ia mengaku tak paham soal bantuan pemerintah yang tak kunjung datang. Padahal kondisi mereka jauh dari mampu secara ekonomi.

“Jangankan buat berobat ibu, buat makan saja sulit. Saya enggak tega lihat ibu tiap malam kesakitan, kadang enggak tidur karena kakinya sakit,” terangnya.

Kesulitan yang dialami keluarga tersebut viral di media sosial. Hal itu akhirnya memunculkan perhatian dari banyak pihak.

“Setelah viral kalau ibu saya sakit dan butuh bantuan, baru pengurus RT dan RW datang ngedata. Selama ini kemana saja, semoga tidak ada yang mengalami seperti kami” bebernya.

Ia berharap ada pihak yang ikhlas membantu biaya berobat ibunya ke rumah sakit.

“Pengennya dibawa ke rumah sakit, kemarin sudah dirujuk ke RS Hasan Sadikin tapi kondisinya lagi COVID-19. Khawatir ibu saya tertular, mungkin tunggu dulu aja sambil kumpulin biayanya. Mudah-mudahan ada yang membantu,” ujarnya. ***

Sumber : PIKIRAN RAKYAT

You might also like