KABAR BAIK, Sinyal Diperbolehkan Ibadah di Masjid Makin Kuat, Menteri Agama Rumuskan Aturannya

265

BANDUNG – Kegiatan ibadah di Masjid bagi umat Islam ada kemungkinan besar bakal diperbolehkan setelah lama dianjurkan untuk menutup Masjid dan beribadah di rumah saja.

Menteri Agama Fachrul Razi membuka opsi relaksasi relaksasi pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) terkait Covid-19 untuk rumah ibadah.

Untuk pelaksanananya, Fachrul Razi mengatakan sedang memikirkan aturan dan pihak yang bertanggungjawab jika ibadah di Masjid kembali dibuka.

Pertimbangan melonggarkan PSBB rumah ibadah seperti masjid untuk umat Islam itu, menanggapi pertanyaan dari beberapa anggota Komisi VIII terkait pelaksanaan pembatasan aktivitas agama di rumah ibadah dalam rapat kerja secara virtual dengan Komisi VIII DPR, Senin (11/5/2020).

“Memang tadi juga sudah berniat mengusulkan, kalau ada relaksasi nanti di terutama misalnya di sarana perhubungan, relaksasi di mall coba kami coba tawarkan juga ada relaksasi di rumah ibadah. Tapi belum kami ajukan,” ujar Fachrul.

Baca juga: Puan: Relaksasi PSBB Harus Berdasarkan Data Lengkap dan Analisa Cermat Fachrul juga mengaku sempat mendiskusikan opsi tersebut dengan beberapa Direktur Jenderal (Dirjen) di kementeriannya.

Dari hasil diskusi tersebut, lanjut dia, perlu ada beberapa persiapan yang harus dilakukan termasuk siapa penanggung jawab pelaksanaan relaksasi tersebut. “Saya katakan ya mungkin pada umumnya, penanggung jawab masjid masing-masing. Rumah ibadah masing-masing. Tapi nanti kita rumuskan lebih detil-lah,” ungkapnya.

Fachrul mengaku belum bisa mengangkat usul tersebut ke publik.

Sebab, kata dia, usul tersebut perlu dibahas lebih lanjut dengan presiden dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Termasuk merumuskan secara detil pelaksanaannya di masyarakat.

“Saya kira nanti kita akan coba ajukan dan diskusikan dengan temen-temen lain yang sama-sama untuk mengambil keputusan itu,” kata Fachrul.

Diketahui, ada beberapa anggota Komisi VIII yang mengkritisi penutupan rumah ibadah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Anggota tersebut di antaranya Maman Imanulhaq dari Fraksi PKB dan Ace Hasan Syadzily dari Fraksi Partai Golkar.

Sumber : Kompas.com 

You might also like