Kedisiplinan dan Gotong Royong Kunci Pengendalian Covid-19

9

Jakarta, 26 April 2020

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang sekaligus juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan bahwa kunci dari pengendalian Covid-19 adalah kedisiplinan dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan.

“Disiplin yang kuat mematuhi peraturan dan semangat gotong rotong untuk saling membantu, hal ini harus dilaksanakan secara bersama-sama dan terus menerus, tidak boleh terputus, “ kata Achmad Yurianto dalam keterangan pers di BNPB, Minggu sore (26/4).

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan dapat memahami dan melaksanakan kebijakan pemerintah yakni bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah.

Semangat gotong royong antar masyarakat, telah banyak dilakukan salah satunya diwujudkan dalam bentuk aksi kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, baik dalam rangka melawan Covid-19 maupun bersatu mengurangi beban perekonomian masyarakat.

“Tidak hanya peduli mengatasi Covid-19 namun juga kepedulian agar roda ekonomi masyarakat tetap bergerak dan berputar serta adanya berbagai bantuan kemanusiaan, sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap rasa kemanusiaan dan gotong royong turut ditunjukkan dengan terus membantu, tidak mengucilkan dan tidak memberikan stigma negatif terhadap tetangga yang terpapar Covid-19.

Sebaliknya dukungan moral, sosial dan ekonomi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan diri penyintas Covid-19.

Seperti yang kita ketahui, tren angka kesembuhan pasien Covid-19 terus meningkat. Hingga kini, jumlah pasien sembuh sebanyak 1.107, pasien meninggal 743 dan pasien positif sebanyak 8.882. Dengan wilayah persebaran di 34 provinsi dan 283 Kabupaten/Kota. Jumlah ini meningkat 2 Kabupaten/Kota dari sebelumnya.

Jumlah ini bertambah sebanyak 275 orang pada kasus positif, kasus sembuh bertambah 65 dan kasus meninggal bertambah 23 orang.

Sementara itu, ada lebih dari 72.000 spesimen dari 56.974 orang yang diduga terpapar Covid-19 telah diperiksa. Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 209.040 orang, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 19.648 orang.

Kendati tren penungkatan kasus sembuh semakin banyak, masyarakat diimbau untuk terus waspada dengan melakukan upaya pencegahan dengan tetap tinggal di rumah, menggunakan masker, tetap jaga jarak fisik, cuci tangan pakai sabun, tidak mudik serta mematuhi peraturan pemerintah.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (MF)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang sekaligus juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan bahwa kunci dari pengendalian Covid-19 adalah kedisiplinan dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan.

“Disiplin yang kuat mematuhi peraturan dan semangat gotong rotong untuk saling membantu, hal ini harus dilaksanakan secara bersama-sama dan terus menerus, tidak boleh terputus, “ kata Achmad Yurianto dalam keterangan pers di BNPB, Minggu sore (26/4).

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan dapat memahami dan melaksanakan kebijakan pemerintah yakni bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah.

Semangat gotong royong antar masyarakat, telah banyak dilakukan salah satunya diwujudkan dalam bentuk aksi kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, baik dalam rangka melawan Covid-19 maupun bersatu mengurangi beban perekonomian masyarakat.

“Tidak hanya peduli mengatasi Covid-19 namun juga kepedulian agar roda ekonomi masyarakat tetap bergerak dan berputar serta adanya berbagai bantuan kemanusiaan, sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap rasa kemanusiaan dan gotong royong turut ditunjukkan dengan terus membantu, tidak mengucilkan dan tidak memberikan stigma negatif terhadap tetangga yang terpapar Covid-19.

Sebaliknya dukungan moral, sosial dan ekonomi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan diri penyintas Covid-19.

Seperti yang kita ketahui, tren angka kesembuhan pasien Covid-19 terus meningkat. Hingga kini, jumlah pasien sembuh sebanyak 1.107, pasien meninggal 743 dan pasien positif sebanyak 8.882. Dengan wilayah persebaran di 34 provinsi dan 283 Kabupaten/Kota. Jumlah ini meningkat 2 Kabupaten/Kota dari sebelumnya.

Jumlah ini bertambah sebanyak 275 orang pada kasus positif, kasus sembuh bertambah 65 dan kasus meninggal bertambah 23 orang.

Sementara itu, ada lebih dari 72.000 spesimen dari 56.974 orang yang diduga terpapar Covid-19 telah diperiksa. Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 209.040 orang, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 19.648 orang.

Kendati tren penungkatan kasus sembuh semakin banyak, masyarakat diimbau untuk terus waspada dengan melakukan upaya pencegahan dengan tetap tinggal di rumah, menggunakan masker, tetap jaga jarak fisik, cuci tangan pakai sabun, tidak mudik serta mematuhi peraturan pemerintah.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (MF)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

You might also like