Kehilangan Pekerjaan Akibat Wabah Coronya, dan Tak Bisa Bayar Kos, Mereka Pilih Tidur di Emperan

11

Minggu, 26 April 2020

Sekali lagi, virus corona memperlihatkan keganasannya. Saat ini, virus corona semakin memberikan banyak dampak pada kehidupan manusia.
INTERESTING FOR YOU

Mgid

Hasilkan Rp10.400.000 tiap 60 detik dari komputer AndaOlymp TradeCara menghasilkan uang dari ponsel AndaOlymp TradeHipertensi jangan buru-buru minum obat, pakai ini selama 1 mingguNaturatensiTukang listrik kaget! Cara legal hemat biaya listrik 50% 30 hariSave Energy, Pay Less!
Dan bukan lagi hanya nyawa yang sedang terancam, tapi juga keberlangsungan hidup karena fenomena kelaparan kini tengah merebak.

Krisis ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat. Karena ada banyak masyaraka kehilangan pekerjaan di tengah wabah corona.

Hal inilah yang membuat emperan kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, dipenuhi warga.

Ya, mereka yang tak lagi memiliki penghasilan terpaksa memutuskan tinggal di sana, karena tidak dapat lanjut membayar sewa kontrakan atau indekost.

Salah satunya adalah Reza.

Bekas karyawan toko ini bahkan sudah hampir satu bulan menghabiskan waktu untuk tidur di trotoar Pasar Tanah Abang.

“Saya pedagang juga ikut orang juga di Kota Tua dagang jilbab gitu, karena keadaan corona ini juga pengunjung kurang dan juga peraturan dari pemerintah juga toko enggak boleh buka, ya sudah tutup,” katanya, dilansir Kompas.com.

Ketiadaan pemasukan inilah, Reza akhirnya angkat kaki dari rumah kost yang ditempatinya.

“Namanya kostan enggak tahu menahu, namanya perut mau merona ma enggak perut hars makan, tempat tinggal harus dibayar,” ujarnya.

Alasan senada juga diungkapkan oleh Fahmi.

Dia menjadi korban PHK setelah pemerintah mengeluarkan imbauan untuk menutup pusat perbelanjaan kawasan Blok M.

“Kan diperpanjang lagi sama pemerintah, toko di Blok M pada tutup. Nah pas tutup sudah bingung kan, uang sudah pada habis, mau makan di mana mau tinggal di mana, ya sudah,” ucap Fahmi.

Sumber : Kompas TV

You might also like