Ketua Komisi VIII: Kenapa Harus Pakai Tas yang Ada Tulisan Bantuan Presiden?

10

JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menyayangkan keterlambatan pemberian bantuan sosial ( bansos) untuk masyarakat terdampak Covid-19 karena tas jinjing yang belum tersedia. “Jadi keterlambatan itu ya kita sayangkan kalau alasannya tas bertuliskan bantuan presiden. Kan bukan tasnya yang mau dimakan, tapi berasnya sama bahan-bahan pokoknya,” kata Yandri ketika dihubungi wartawan, Kamis (30/4/2020). Yandri mengatakan, pemberian bantuan sosial seharusnya tidak perlu terlambat karena tas jinjing hanya untuk membungkus kemasan. Pemerintah, kata dia, bisa mengganti tas jinjing tersebut dengan alternatif lain. Baca juga: Sri Mulyani Sebut Lebih dari Separuh Penduduk RI Tersentuh Bansos, Bagaimana Rinciannya? “Tetap tas itu disiapkan, tetapi kan kalau (belum ada) bisa dibungkus sama yang lain, yang penting tepat waktu, sehingga masyarakat tidak berkeliaran dan tidak banyak yang pulang kampung dan tidak banyak masalah dan mengeluh,” ujarnya. “Saya juga enggak tahu kenapa kemasannya harus ada tulisan bantuan presiden,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui distribusi bantuan sosial berupa paket sembako sempat tersendat karena persoalan kemasan. Baca juga: Mensos Akui Bansos Sempat Tersendat karena Tas Jinjing Belum Tersedia Meski paket sembako sudah tersedia, namun terjadi keterlambatan dalam produksi tas jinjing yang digunakan untuk mengemas sembako. “Awalnya iya (sempat tersendat) karena ternyata pemasok-pemasok (tas) sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus impor,” kata Juliari kepada wartawan, Rabu (29/4/2020). Selain bertuliskan “Bantuan Presiden RI Bersama Lawan Covid-19”, dalam tas itu terdapat pula panduan singkat untuk menghadapi virus corona seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak fisik, hingga larangan mudik. Baca juga: Soal Bansos Jabar, Ridwan Kamil Bilang 1,7 Juta Data KK Ngaco Di bagian atas ada logo Presiden Republik Indonesia dan di bagian bawah logo Kemensos. Meski produksinya sempat mengalami keterlambatan, namun Juliari menyebut saat ini sudah tak ada masalah. Pemerintah bahkan sudah menambah perusahaan yang memproduksi tas tersebut. “Sekarang supply kantong sudah lancar. Dan sebagai info, Sritex kami ajak kerja sama tidak dari awal. Mereka baru supply kantong sejak hari Rabu lalu,” ucap Juliari.

Sumber : Kompas.com 

You might also like