Kisah Buruh yang Dirumahkan Bertahan Hidup, Ada yang Jadi Kuli Angkut di Pasar & Buka Service Ponsel

19

BANDUNG – Saat pandemi corona, perusahaan dan buruh ikut terkena imbasnya.

Sepi orderan dan pembatasan kerumunan membuat banyak buruh yang dirumahkan.

Mereka harus kreatif dan bekerja sebisanya untuk bertahan hidup.

Ini yang dilakukan Faisal Abdulrahman (35) warga Kiaracondong, Kota Bandung. Ia sudah menikah sekira setahun lalu.

Dia bekerja di tempat penjualan ponsel di sebuah mal di Kota Bandung.

Malnya tutup untuk mengikuti anjuran pemerintah. Otomatis, sebagai orang yang menerima upah dari majikannya, ia berhenti bekerja dan tidak mendapat upah.

“Sudah hampir sebulan tidak punya penghasilan tetap karena tokonya kan di mal. Malnya tutup,” kata Faisal, yang berprofesi sebagai pramuniaga.

Pria asli Kabupaten Garut ini, lulusan SMK. Tinggal di rumah mertua dan baru saja memiliki anak.

Anaknya masih bayi, berusia tiga bulan. Beruntung saja, dia punya keahlian memperbaiki ponsel.

“Nah sekarang saya coba-coba buka jasa perbaikan ponsel. Modalnya menguras tabungan buat beli peralatan seperti solder, obeng, dan lain-lain,” ujarnya.

Sumber : tribunjabar.id

You might also like