Mahasiswi di Luwu Harus Panjat Pohon di Puncak Bukit demi Kuliah Online, Terkadang Hingga Malam

18

LUWU- Sartika, mahasiswi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, harus memanjat pohon untuk bisa mengikuti perkuliahan online.

Sebelumnya, mahasiswi itu mendaki perbukitan hingga dua jam untuk mencapai lokasi yang ada sinyal internet.

“Sebelum kami naik ke gunung, biasanya kami patungan dulu untuk membeli pulsa data bersama kawan mahasiswi lain di desa ini,” ucap Sartika.

Ia mengaku hal itu sudah dilakukan sejak ada kebijakan kuliah secara online di rumah akibat pandemi virus korona (Covid-19).

“Kami sengaja mengunggah di Instagram curhatan kami mahasiswa di kampung ini yang harus bertaruh mencari sinyal demi menyelesaikan tugas kuliah,” kata Sartika saat ditemui di lokasi, Rabu (13/5/2020).

Mahasiswi Universitas Cokroaminoto Palopo itu bersama rekannya menjadikan tempat tersebut sebagai kampus alam.

Selain masalah signal internet, terkadang mereka harus mencari tempat berteduh ketika hujan deras.

“Kendala yang kami alami jaringan yang lambat loading, kuota internet tidak memadai. Belum lagi kami harus menanjak saat bulan puasa ini, jadi kami kadang kurang fit,” ujar Sartika.

Demi menyelesaikan tugas kuliah, mereka terkadang bertahan di tempat tersebut hingga larut malam.

“Ada mata kuliah pagi ada juga sore. Jadi, kami di sini sampai sore online, kadang sampai tengah malam karena ada tugas yang harus diselesaikan. Kadang-kadang pukul 23.00 baru kembali ke rumah bersama teman-teman,” katanya Sartika.

Kepala Desa Rante Alang Rosmawati mengakui, jaringan komunikasi di desanya kurang memadai.

“Kami sendiri dalam membuat laporan selalu terlambat, sekarang apa-apa sistem online. Jadi, kami kadang ke gunung mengerjakan laporan, kadang terpaksa harus ke kota,” kata Rosmawati. (Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir) .



Sumber : tribunjabar.id 

You might also like