Mengintip Jejak Bupati Klaten Sri Mulyani, Bagi-bagi Nmax dan Hand Sanitizer

40

KOMPAS.com – Bupati Klaten Sri Mulyani kembali mendapat sorotan tajam akibat penempelan fotonya di hand sanitizer bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) Jagat media sosial Twitter juga turut diramaikan akibat foto Sri Mulyani yang tertempel di hand sanitizer tersebut. Sebelum menjabat sebagai Bupati, Sri Mulyani adalah Wakil Bupati Klaten mendampingi Sri Hartini. Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Klaten periode 2016-2021. Namun, di tengah jalan Sri Mulyani “naik pangkat” menjadi Bupati karena Sri Hartini tersandung kasus korupsi jual beli jabatan. Pada Desember 2016, Bupati Klaten Sri Hartini  tertangkap tangan dalam operasi KPK.

Berikut sekilas perjalanan Sri Mulyani: Dinasti politik Lihat Foto Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melantik Bupati Klaten Sri Mulyani di Semarang, Senin (27/11/2017). Kepada Bupati Klaten baru itu, Ganjar berpesan agar melakukan reformasi birokrasi dan melawan semua bentuk praktik korupsi. (Kompas.com/Andi Kaprabowo) Dilansir Harian Kompas, 31 Desember 2016, Bupati Klaten periode 2016-2021 Sri Hartini adalah kepala daerah produk dari politik dinasti. Suaminya, Haryanto Wibowo, merupakan Bupati Klaten periode 2000-2005. Hartini juga pernah menjadi wakil bupati periode 2010-2015 mendampingi Sunarna, bupati periode 2005-2015. Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani periode 2016-2021 yang saat ini menjadi Bupati Klaten merupakan istri dari Sunarna

Harta kekayaan Dalam perjalanannya sejak awal mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati hingga kemudian menjadi Bupati, jumlah harta kekayaan Sri Mulyani terus melejit. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunduh dari laman elhkpn.go.id pada tahun 2015, total harta kekayaan Sri Mulyani saat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Klaten sebesar Rp 2.930.270.352.

umlah tersebut jauh melambung saat dirinya melaporkan harta kekayaannya untuk yang ke dua kalinya saat menjabat sebagai Bupati Klaten. Adapun jumlah harta kekayaan Sri Mulyani dalam LHKPN yang dilaporkan pada tahun 2018 ketika menjadi Bupati adalah Rp 7.664.974.458. Baca juga: Viral Pemotor di Klaten Hadang Mobil yang Hendak Ambil Jalurnya Bagikan motor NMAX Melansir Tribunnews (27/11/2019), Sri Mulyani pernah menyerahkan motor Yamaha NMAX kepada 401 kepala desa (Kades) dan lurah se-Kabupaten Klaten. Pemberian motor dinas baru untuk kades dan lurah se-Klaten bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani menjelaskan, 401 motor Yamaha NMAX yang semuanya berwarna merah tersebut perinciannya masing-masing untuk kades 391 unit dan lurah 10 unit. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan 26 unit motor baru jenis Honda Supra X 125 untuk 26 Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) se-Kabupaten Klaten. “Kami meminta kades dan lurah merawat motor dinas baru yang dipinjam-pakaikan Pemkab Klaten. Kemudian dengan motor baru agar kades dan lurah serta Kasi Trantibum memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kades, lurah dan Kasi Trantibum agar ramah kepada masyarakat serta tidak membeda-bedakan masyarakat,” kata Sri Mulyani saat itu.

Heboh stiker di hand sanitizer Lihat Foto Tangkap layar dalam sebuah unggahan di media sosial Twitter mengenai viralnya hand sanitizer berstiker gambar Bupati Klaten.(Twitter/@mahasiswaYUJINEM) Terbaru, Sri Mulyani juga mendapat sorotan karena terdapat foto dirinya yang menempel di sebuah hand sanitizer bantuan dari Kementerian Sosial. Hal itu berujung trending-nya tanda pagar (tagar) #BupatiKlatenMemalukan. Salah satu akun Twitter yang mengunggahnya yaitu @LaodeMSyarif.

Tak berselang lama, Sri Mulyani menyatakan permohonan maafnya karena terdapat kekeliruan di lapangan. Sri Mulyani menjelaskan, kekeliruan tersebut lantaran bantuan dari Kemensos jumlahnya tak sebanding dengan yang disalurkan Pemkab Klaten. “Di lapangan mungkin ditempelin semua. Kejadiannya seperti itu,” terang dia. Adapun bantuan hand sanitizer dari Kemensos, kata dia, hanya 1.000 botol saja dan milik Pemkab Klaten mencapai puluhan ribu botol. Akibatnya, jelas Sri Mulyani, oleh petugas di lapangan kemungkinan ikut tertempel dengan stiker wajahnya semua. Tak hanya itu, Sri Mulyani juga menyebutkan, ada beberapa hand sanitizer berstiker gambar wajahnya turut dibagikan kepada internal PDI-P, yakni untuk pengurus anak cabang (PAC) di 26 kecamatan. “Ada beberapa (yang dibagikan), karena itu hanya 26 kecamatan saja. Untuk PAC,” papar dia.

You might also like