Rp 90 Miliar Urung Dihibahkan, Bantuan Provinsi Jabar untuk Alun-alun Bogor Ikut Batal

5

ITHRS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menunda Bantuan Provinsi (Banprov)  untuk alokasi proyek di Kota Bogor. 

Kali ini,  Pemprov Jabar menunda anggaran untuk pembangunan Alun-alun Bogor.  

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Alun-alun Kota Bogor Febby Dermawan menuturkan, proyek pembangunan Alun-alun Kota Bogor   sudah masuk dalam tahap  lelang.

Namun di tengah jalan ada  refokusing anggaran oleh Pemprov Jabar sehingga alokasi untuk pembangunan alun-alun Bogor pun turut tertunda.

 “Kalau proses lelang memang sudah berjalan,  tetapi dalam perjalanna waktu, proses lelang itu anggarannya hanya untuk konsultan pengawasan, sementara untuk fisik dibayar 2021.  Makanya dihentikan,” ujar Febby kepada Pikiran Rakyat, Selasa, 17 Juni 2020.

Terkait penundaan tersebut, Pemkot Bogor kembali mengajukan proposal bantuan provinsi untuk kembali melanjutkan pembangunan Alun-alun Bogor.  Namun demikian,  Febby sendiri tidak begitu yakin apakah proyek fisik Alun-alun Bogor bisa berlanjut karena   pendapatan asli daerah baik Kota Bogor, Pemprov Jabar, maupun pemerintah pusat juga dipastikan menurun drastis selama pandemi.

“Kita ajukan  proposal kembali dari Pak Wali ke Gubernur,  kita masuk lagi ke aplikasi Pemprov.  Sekarang memang ada refocusing anggaran. Kita juga belum tahu ini, peluangnya masih setengah-setengah, apakah ketersediaan anggarannya ada apa enggak, karena  2021 saja Pemkot fokusnya pemulihan ke corona,” ujar Febby.

Sebelum Alun-alun Bogor ,  Pemprov Jabar juga  telah menunda  banprov untuk  alokasi revitalisasi Suryakencana,  pembangunan Jembatan Otto Iskandardinata dan Situgede.

Berdasarkan  data Pemerintah Kota Bogor, proyek  dengan  anggaran dari Bantuan Provinsi Jabar   di antaranya pembangunan Jalan Otista sebesar Rp 40 miliar,  pembangunan kawasan Situ Gede, Rp 5 miliar, pembangunan  Alun-alun Bogor, Rp 15 miliar,  dan penataan kawasan Suryakencana dengan anggaran Rp 30 miliar.  Jadi total anggaran hibah yang ditunda  mencapai Rp 90 miliar.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, Pemprov Jabar memang meminta semua daerah untuk mengkaji ulang  proyek fisik   di tengah masa pandemi Covid-19.  Kondisi tersebut berkaitan dengan realokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ke penanganan Covid-19.  Khusus untuk Alun-alun Bogor,  Pemkot Bogor masih menunggu laporan dari  Disperumkim terkait status anggaran dari banprov.

“Bahasanya bukan tidak jadi, Provinsi tetap akan memberikan bantuan anggaran, tapi dialokasikan pada 2021,” kata Dedie.

Terkait penundaan tersebut, Pemkot Bogor kembali mengajukan proposal bantuan provinsi untuk kembali melanjutkan pembangunan Alun-alun Bogor.  Namun demikian,  Febby sendiri tidak begitu yakin apakah proyek fisik Alun-alun Bogor bisa berlanjut karena   pendapatan asli daerah baik Kota Bogor, Pemprov Jabar, maupun pemerintah pusat juga dipastikan menurun drastis selama pandemi.

“Kita ajukan  proposal kembali dari Pak Wali ke Gubernur,  kita masuk lagi ke aplikasi Pemprov.  Sekarang memang ada refocusing anggaran. Kita juga belum tahu ini, peluangnya masih setengah-setengah, apakah ketersediaan anggarannya ada apa enggak, karena  2021 saja Pemkot fokusnya pemulihan ke corona,” ujar Febby.

Sebelum Alun-alun Bogor ,  Pemprov Jabar juga  telah menunda  banprov untuk  alokasi revitalisasi Suryakencana,  pembangunan Jembatan Otto Iskandardinata dan Situgede.

Berdasarkan  data Pemerintah Kota Bogor, proyek  dengan  anggaran dari Bantuan Provinsi Jabar   di antaranya pembangunan Jalan Otista sebesar Rp 40 miliar,  pembangunan kawasan Situ Gede, Rp 5 miliar, pembangunan  Alun-alun Bogor, Rp 15 miliar,  dan penataan kawasan Suryakencana dengan anggaran Rp 30 miliar.  Jadi total anggaran hibah yang ditunda  mencapai Rp 90 miliar.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, Pemprov Jabar memang meminta semua daerah untuk mengkaji ulang  proyek fisik   di tengah masa pandemi Covid-19.  Kondisi tersebut berkaitan dengan realokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ke penanganan Covid-19.  Khusus untuk Alun-alun Bogor,  Pemkot Bogor masih menunggu laporan dari  Disperumkim terkait status anggaran dari banprov.

“Bahasanya bukan tidak jadi, Provinsi tetap akan memberikan bantuan anggaran, tapi dialokasikan pada 2021,” kata Dedie.

Sumber : Pikiran Rakyat

You might also like