Rumah Mbah Marhamah yang Viral di Banyuwangi akan Diperbaiki Pemdes

49

Salah seorang warga Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi bernama Mbah Marhamah tiba-tiba viral karena masih tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu).

Kabar tersebut dianggap miris karena baru-baru ini Banyuwangi mengklaim diri telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di bawah rata-rata provinsi.

Pemerintah desa setempat dengan gerak cepat segera menanggapi informasi itu dengan berjanji memperbaiki rumahnya.

“Besok akan kita bedah rumah Mbah Marhamah,” jelas Kepala Desa Sukojati melalui Sekretaris Desa, Wawan Ihwanto, pada Jumat 1 Mei 2020 dikutip Pikiran-Rakyat.com dari RingtimesBanyuwangi.com.Baca Juga

Menurut penuturan Wawan, Mbah Marhamah sebenarnya masuk ke dalam kelompok warga miskin Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Adapun program renovasi yang akan mereka lakukan merupakan penganggaran dari dana desa (DD).

“Sebenarnya masuk bedah rumah dari dana desa tahap dua tahun ini. Tapi kita percepat pengerjaannya,” jelasnya.

Untuk anggaran DD tahun 2020, Pemdes Sukojati berencana memperbaiki 19 unit rutilahu.

“Kita memiliki sisa rumah tidak layak huni sekitar 50 unit,” ungkapnya.

Rumah Mbah Marhamah sendiri akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta untuk bangunan standar dinding kalsiboard dan atap asbes.

Sebelum viral, rumah itu awalnya dipotret dan diunggah oleh akun Facebook Yusril Huda pada Senin 27 April 2020.Baca Juga

Monggo yang punya hati nurani untuk peduli mengulurkan tangan untuk mbah ini,” tulisnya.

“Ini potret rumah saudara kita yang beralamat di RT 01/RW 01 Dusun Tengah, Desa Sukojati, Blimbingsari. Mari kita bantu sesuai kemampuan kita,” ungkap akun tersebut.

Unggahan itu dengan cepat tersebar dan ramai dibicarakan warga setempat.

Sumber : Pikiran Rakyat

*** (Dian Effendi/Ring Times)

You might also like