Situasi Ramadan Saat Wabah Corona di Satu Pesantren di Garut, Beda Banget dengan Tahun Lalu

5

GARUT – Tak seperti Ramadan tahun lalu, kondisi Pesantren Pulosari kini sepi dari aktivitas para santri. Wabah corona membuat pengasuh pesantren memulangkan santri.

Pesantren yang berada di Kampung Pulosari, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut itu biasanya selalu ramai dengan aktivitas keagamaan. Namun tahun ini sangat berbeda 180 derajat.

Sepinya aktivitas cukup membuat sedih pengasuh pesantren. Padahal di bulan Ramadan, jadi ladang untuk menambah amal dengan beribadah bersama.

“Sebelum wabah corona ini, biasanya ada lima sampai tujuh kali jadwal pengajian. Tapi sekarang tidak ada karena santri sudah dipulangkan,” ucap pengasuh Ponpes Pulosari, Ustad Said Mubarok, Kamis (7/5/2020).

Di bulan Ramadan, pihaknya selalu mengadakan kajian materi kitab kuning. Pihaknha juga sering memberi materi kitab baru ke para santri.

“Kayak kitab Al-Hikam, Jauharmaknun, atau Tafsir Yasin. Bisa lima sampai enam kitab yang dipelajari di Ramadan ini. Namanya situasi seperti ini tidak ada yang tahu,” katanya.

Ia menambahkan, dari ratusan santri tinggal 30 santri yang bertahan karena rumahnya jauh. Bersama pemuda di sekitar pesantren, masih rutin diadakan pengajian.

“Hanya saja pada Ramadan tahun ini jadwal pengajian hanya satu kali, pada malam hari saja,” ucapnya.

Santri yang ada pun, tidak diperkenakan untuk keluar pesantren. Pihaknya juga menerapkan social distancing kepada para santri yang masih bertahan.

“Walau tidak terlalu ramai, minimal masjid masih ada aktivitas. Salat tarawih juga masih ada, tapi terbatas bagi santri yang ada saja. Tidak menerima yang dari luar,” katanya.

Sumber :  tribunjabar.id 

You might also like