Viral Video Seorang Anak Tangisi Ibunya yang Meninggal di Pelataran Toko, Bupati Tangerang: Serangan Jantung

42

Sebuah unggahan video yang berisikan cerita seorang anak sedang menangisi ibunya yang meninggal di depan sebuah toko viral di media sosial Twitter. Dalam video tersebut, terlihat si anak berada di samping jasad ibunya yang tergeletak dengan beberapa barang di sekelilingnya. Keterangan video menyebutkan bahwa lokasi kejadian berada di Kotabumi, Kabupaten Tangerang. Baca juga: Viral Video Aksi Jambret hingga Seret Korbannya di Jambi Innalillahi wainna ilaihi Roji’un..Kabar’nya Kejadian ini di Kotabumi Tangerang…seorang anak menangisi jasad Ibunya yang Wafat di emperan Toko…

Hingga pukul 14.30 WIB, unggahan tersebut telah ditonton sebanyak 17,5 ribu kali, dibagikan sebanyak 470 kali, dan disukai oleh 748 warganet. Baca juga: Viral Video Masinis Beli Makanan Saat Kereta Berhenti di Perlintasan, Ini Penjelasan PT KAI Penjelasan Bupati Tangerang Saat dikonfirmasi terkait unggahan video tersebut, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar membenarkan peristiwa yang ada dalam video tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat (1/5/2020) sore di Kotabumi, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. “Ya (benar), meninggal mendadak di pelataran toko,” kata Zaki saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (3/5/2020). Meski lokasi kejadian berada di Kotabumi, diketahui korban merupakan warga Desa Banyuasih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Berdasarkan hasil diagnosis dokter, kata Zaki, korban terkena serangan jantung. Sehari-hari, korban berprofesi sebagai penjual sayur-sayuran dan daun.

“Almarhumah adalah warga Mauk, biasa dagang sayur-sayuran dan daun. Serangan jantung diagnosanya,” jelas dia. Baca juga: Viral #TheWorldoftheMarried di Twitter, Mengapa Orang Tertarik dengan Isu Perselingkuhan? Menurut Zaki, kejadian tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dan sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Soal dugaan yang menyebutkan korban meninggalnya karena virus corona dan kelaparan, Zaki menegaskan bahwa kedua hal tersebut tidak akan menyebabkan seseorang meninggal mendadak. “Corona sama kelaparan enggak akan meninggal mendadak,” tegas bupati berusia 46 tahun tersebut. Ia juga terus mengimbau masyarakat agar selalu disiplin dan terus mengikuti aturan pemerintah. “Disiplin, ikuti aturan pemerintah. Semoga Covid-19 segera berakhir,” tutupnya.

Sumber : Kompas.com 

You might also like