Warga RW 12 Kecamatan Tamansari Dirikan Lumbung Darurat sebagai Wadah Bantu Sesama

9

BANDUNG – Warga Kota Bandung kompak menolong warga yang kesulitan akibat terdampak wabah virus corona. Di antaranya yang dilakukan warga Kelurahan Tamansari, yang membentuk Lumbung Darurat di 12 RW.

Lumbung Darurat adalah gerakan solidaritas warga untuk membantu tetangga yang kesulitan. Dengan konsep ‘tengok tetangga’, para warga secara swadaya menghimpun bantuan sembako untuk menolong keluarga yang kesulitan.

Ketua RW 12 Kelurahan Tamansari, Harun Kasirun, menuturkan pihaknya langsung menggelar rapat pada 23 April, sehari setelah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar. Rapat itu dilaksanakan untuk menggalang donasi warga sekitar.

“Pada 24 April mengumpulkan donasi, 25 April kami sudah bagikan paket sembako ke warga yang membutuhkan,” ujar Harun di Posko Lumbung Darurat RW 12, Kelurahan Tamansari, Kamis (30/4/2020).

Dalam sehari, pihaknya berhasil mengumpulkan donasi untuk diolah menjadi 125 paket sembako.

Para pegiat di posko langsung mendistribusikan paket-paket tersebut ke warga yang membutuhkan, berdasarkan hasil pendataan oleh tarang taruna.

“Paketnya berisi beras 2,5 kilogram, ada telur, gula, mi, dan minyak. Ini lagi kumpulkan lagi untuk pembagian selanjutnya,” katanya.

Saat ini, posko di RW 12 sedang menghimpun donasi untuk pemberian bantuan gelombang kedua dengan target 150 paket sembako.

Menurut Harun, jika sifatnya darurat, warga yang tidak punya bahan pangan dipersilakan datang ke posko. Jika stok ada pasti dikasih.

Stok paket sembako disimpan di ruang kafe yang tak beroperasi selama Covid-19.

Pemilik kafe, Yana M. Purakusumah, yang juga ditunjuk sebagai ketua pelaksana tidak mempermasalahkan kafenya dijadikan gudang.

“Daripada sepi, tamu juga enggak ada, pemasukan enggak ada. Lalu saya dengar ada banyak masalah ini itu, ya sudah di sini saja,” katanya.



Sumber : tribunjabar.id 

You might also like